Katonyo.com, Palembang - Dugaan permainan anggaran kegiatan cetak-mencetak buku senilai Rp200 juta hanya untuk 10 buku di lingkungan Sekretariat DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) tahun anggaran 2023 mulai terendus.

Sumber internal menyebutkan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis kegiatan tersebut.

“Pada tahun 2023, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp200 juta per tahun, tapi buku yang dicetak hanya 10 buah. Karena itu, perlu dikonfirmasi lebih lanjut, termasuk meminta bukti tanda terima untuk mengetahui siapa yang menerima buku tersebut. Dalam kegiatan ini, Kabag Persidangan disebut bertindak sebagai PPTK," ungkap sumber internal DPRD yang enggan identitasnya disebutkan kepada redaksi katonyo.com.

Sumber internal tersebut meminta agar Sekretaris DPRD Sumsel memanggil pihak-pihak terkait untuk meminta penjelasan mengenai kegiatan cetak-mencetak buku senilai Rp200 juta tersebut.

Menurut sumber, Kabag Persidangan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) perlu dimintai keterangan terkait pelaksanaan dan pertanggungjawaban anggaran tersebut.

“Yang penting Sekwan perlu memanggil pihak-pihak terkait, termasuk pejabat yang menangani kegiatan ini. Yang perlu dipertanyakan, buku itu sebenarnya dicetak berapa banyak dan siapa yang menerima? Minta tanda terimanya, supaya jelas siapa penerima hasil pekerjaan tersebut,” demikian inti keterangan sumber internal.

Sumber tersebut menekankan pentingnya menelusuri jumlah buku yang benar-benar dicetak dan bukti serah terima untuk mengetahui kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dan pertanggungjawaban anggarannya.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai jumlah buku yang dicetak dan rincian penggunaan anggaran tersebut masih memerlukan verifikasi dokumen serta klarifikasi resmi dari pihak terkait. 

Penjelasan dari Sekwan dan pejabat yang terlibat dalam kegiatan tersebut diperlukan agar publik memperoleh gambaran yang utuh mengenai pelaksanaan dan pertanggungjawaban anggaran tahun 2023.

Reporter: Redaksi