Katonyo.com, Palembang - Kepala MAN 1 Palembang, Widiawaty, bersama sejumlah guru dan pegawai yang mewakili Ikatan Keluarga MAN Satu Palembang (IKMANSAPA), melakukan takziah ke rumah duka almarhum H. Alimin bin Ilyas, ayahanda salah satu guru MAN 1 Palembang, Beni Iskandar, Jumat (15/10/2026).
Almarhum H. Alimin bin Ilyas meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) selepas Isya di Meranjat. Jenazah almarhum dimakamkan pada Kamis (15/10/2026) di pemakaman keluarga di Meranjat.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyampaikan belasungkawa dan mendoakan almarhum serta memberikan dukungan moril kepada Beni Iskandar dan keluarga yang ditinggalkan.
Kepala MAN 1 Palembang, Widiawaty, mengatakan kegiatan takziah merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar madrasah terhadap anggotanya yang sedang berduka.
“Kami keluarga besar MAN 1 Palembang turut berduka cita atas wafatnya almarhum H. Alimin bin Ilyas. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan,” ujar Widiawaty.
Sementara itu, perwakilan guru MAN 1 Palembang, Ustaz Zainal Abidin, menyampaikan bahwa takziah merupakan salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai Islam, khususnya dalam memperkuat kepedulian dan ukhuwah Islamiyah.
Menurut dia, kehadiran keluarga besar madrasah di tengah suasana duka menjadi bentuk dukungan sekaligus pengingat pentingnya saling menguatkan ketika menghadapi musibah.
“Ketika salah satu keluarga besar kita mengalami musibah, sudah sepatutnya kita hadir memberikan dukungan, doa, dan semangat. Semoga kebersamaan ini semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan MAN 1 Palembang,” tuturnya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara pimpinan, guru, dan pegawai serta memperkuat budaya empati dan solidaritas di lingkungan MAN 1 Palembang.
Keluarga besar MAN 1 Palembang turut mendoakan agar almarhum mendapat ampunan dan rahmat Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.