Katanyo.com, Palembang: Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang telah mencapai Rp1,07 triliun hingga 11 September 2026. Capaian tersebut baru mencapai 54,7 persen dari target PAD tahun ini sebesar Rp1,96 triliun.
Kepala Bapenda Palembang Jamiah Haryanti mengatakan, berdasarkan data per 11 September 2026, realisasi PAD telah mencapai Rp1,07 triliun.
Sementara target PAD yang ditetapkan untuk tahun anggaran 2026 sebesar Rp1,96 triliun.
Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar Rp890 miliar penerimaan yang harus dikejar untuk mencapai target PAD hingga akhir tahun.
Jamiah menjelaskan, capaian PAD sebesar Rp1,07 triliun tersebut merupakan akumulasi penerimaan selama 2026, sehingga tidak seluruhnya merupakan capaian sejak dirinya menjabat sebagai Kepala Bapenda Palembang.
Jamiah sendiri baru dilantik pada pertengahan 2026. Karena itu, menurutnya, capaian PAD hingga saat ini juga merupakan hasil penerimaan yang telah berjalan sebelum dirinya memimpin Bapenda.
Setelah dilantik, Jamiah mengatakan dirinya berupaya melanjutkan sekaligus mengoptimalkan penerimaan hingga akhir tahun untuk mengejar target yang telah ditetapkan.
“Insya Allah saya kejar sampai target,” kata Jamiah, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, upaya mengejar target dilakukan dengan memaksimalkan sejumlah potensi pajak, termasuk melalui pemeriksaan langsung terhadap wajib pajak.
Bapenda melakukan pemeriksaan untuk memastikan omzet yang dilaporkan sesuai dengan kondisi sebenarnya serta memastikan wajib pajak yang memiliki kewajiban pajak telah terdaftar.
Jamiah mengatakan, dari pemeriksaan di lapangan masih ditemukan sejumlah wajib pajak yang belum terdaftar maupun pembayaran yang belum sesuai ketentuan.
Selain itu, Bapenda juga melihat masih terdapat potensi penerimaan dari sejumlah sektor, salah satunya pajak reklame.
“Kami juga audiensi bersama banyak pihak-pihak terkait. Dari reklame banyak potensi dari reklame,” ujarnya.
Jamiah mengatakan, langkah tersebut akan terus dilakukan untuk meningkatkan penerimaan daerah hingga akhir tahun.
Ia berharap realisasi PAD dapat terus meningkat sehingga target Rp1,96 triliun pada 2026 dapat tercapai.