Ketua DPD Golkar Sumsel Buka Musda XI Banyuasin, Tekankan Konsolidasi dan Soliditas Kader

Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan Andie Dinialdie resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Banyuasin. (Foto: dok. Katanyo.com).
Penulis: Redaksi
Minggu, 13 September 2026 | 13:28:00 WIB

Katanyo.com, Banyuasin – Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan Andie Dinialdie resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Banyuasin di Wyndham Hotel, Minggu (13/9/2026).

Dalam sambutannya, Andie menegaskan bahwa Musda bukan sekadar forum untuk menentukan siapa yang akan memimpin DPD Partai Golkar Banyuasin. Lebih dari itu, Musda menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperkuat konsolidasi, serta menyatukan langkah seluruh kader menghadapi agenda partai ke depan.

Andie mengatakan, Musda merupakan amanat organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun. Karena itu, forum tersebut harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan koreksi terhadap perjalanan organisasi sekaligus menyusun program kerja Partai Golkar Banyuasin untuk lima tahun mendatang.

"Musda ini adalah amanat dari Partai Golkar, yang harus dilaksanakan dalam waktu lima tahun sekali. Momen Musda ini untuk mengevaluasi, mengoreksi serta menyusun program kerja Golkar Kabupaten Banyuasin ke depan," ujar Andie.

Menurutnya, proses pemilihan ketua merupakan salah satu bagian dari Musda. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana seluruh kader mampu menjaga persatuan dan memperkuat struktur organisasi setelah proses Musda berakhir.

"Di sini kita menyatu langkah, merapatkan barisan, memperkuat kepengurusan serta seluruh kader-kader Partai Golkar," tegasnya.

Andie juga mengingatkan seluruh kader agar menjaga soliditas selama berlangsungnya Musda. Para kandidat maupun kader di tingkat kecamatan diminta membangun komunikasi dan mengedepankan semangat saling merangkul.

Ia menilai perbedaan pilihan dan dinamika dalam proses politik merupakan sesuatu yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, dinamika tersebut diharapkan tidak berkembang menjadi perpecahan yang justru melemahkan partai setelah Musda selesai.

Pesan tersebut menjadi penting karena hasil Musda tidak hanya menentukan figur yang akan memimpin DPD Partai Golkar Banyuasin, tetapi juga akan menentukan arah konsolidasi dan kerja politik partai selama lima tahun ke depan.

Di luar agenda internal partai, Andie turut menyoroti potensi pembangunan Kabupaten Banyuasin. Ia menilai daerah tersebut memiliki prospek pertumbuhan yang besar dalam satu dekade mendatang, terutama apabila pembangunan sejumlah infrastruktur strategis dapat berjalan optimal.

Salah satu yang disorot adalah pembangunan dan keberadaan pelabuhan yang dinilai berpotensi menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi di Banyuasin.

"Ketika sudah ada pelabuhan di Banyuasin, otomatis peredaran dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyuasin ini bisa berkembang," katanya.

Sementara itu, Bupati Banyuasin Askolani yang hadir dalam Musda memberikan apresiasi terhadap Partai Golkar. Ia menilai partai tersebut tetap memberikan dukungan terhadap jalannya pemerintahan Kabupaten Banyuasin meskipun memiliki dinamika politik pada momentum Pilkada sebelumnya.

Askolani mengakui, pada periode pertama pencalonannya sebagai kepala daerah, Partai Golkar tidak memberikan dukungan kepadanya. Namun, menurut dia, dukungan terhadap pemerintahan tetap berjalan setelah pemerintahan terbentuk.

"Di periode pertama Golkar tidak mendukung saya di Pilkada. Tapi di pemerintahannya, dari hari pertama sampai akhir Golkar mendukung pemerintahan Kabupaten Banyuasin," kata Askolani.

Ia berharap hubungan antara pemerintah daerah dan Partai Golkar dapat terus terjaga, terutama dalam mendukung program pembangunan dan kepentingan masyarakat Banyuasin.

Musda XI DPD Partai Golkar Banyuasin pada akhirnya tidak hanya menjadi arena pergantian atau penetapan kepemimpinan organisasi. Forum tersebut juga menjadi ujian bagi soliditas kader untuk membuktikan bahwa perbedaan pilihan dalam proses demokrasi internal tidak menghilangkan semangat persatuan setelah keputusan organisasi ditetapkan.

Reporter: Redaksi