Katonyo.com, Palembang — Di tengah tebalnya kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), citra Kota Pempek kembali mendapat sorotan.
Seorang konten kreator sekaligus backpacker asal Sentul, Bogor, mengaku mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat berkunjung ke Palembang, mulai dari terjebak kabut asap hingga mengaku dipalak ketika berada di atas Jembatan Ampera.
"Jauh-jauh backpacker dari Sentul ke Palembang Malah dipalak dan kejebak kabut asap," ungkapnya.
Pengalaman tersebut dibagikannya melalui akun Instagram pribadinya, @_alleeb, pada Senin (5/10/2026).
Dalam unggahannya, ia menceritakan pengalaman selama perjalanan menuju Palembang sekaligus kondisi yang ditemuinya setelah tiba di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan itu.
Perjalanan tersebut awalnya merupakan bagian dari sebuah tantangan (challenge) yang digelar kampusnya.
Ia bersama rombongan ditantang melakukan perjalanan ala backpacker dari Sentul menuju Palembang dengan anggaran seminim mungkin.
Mereka memulai perjalanan sekitar pukul 02.00 WIB dari Sentul. Setelah melewati sejumlah titik pemeriksaan di Jakarta, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Lampung sebelum akhirnya menggunakan kereta api menuju Palembang.
Namun, setibanya di Palembang, pengalaman yang mereka dapatkan disebut jauh dari ekspektasi.
"Sesampainya di Palembang Suasananya berubah drastis Kota ini dipenuhi asap Dan kami diwajibkan memakai masker," Jelasnya.
Dalam video yang diunggahnya, backpacker tersebut memperlihatkan kondisi Palembang yang menurutnya diselimuti asap tebal. Kabut asap membuat jarak pandang dan kenyamanan beraktivitas di luar ruangan terganggu hingga dirinya bersama rombongan harus mengenakan masker.
Kondisi tersebut rupanya bukan satu-satunya pengalaman yang membuatnya kecewa.
Saat mengunjungi salah satu ikon wisata Palembang, Jembatan Ampera, ia mengaku mengalami aksi pemalakan. Ia menyebut dimintai sejumlah uang secara paksa ketika sedang melakukan sesi foto di atas jembatan.

Ia juga menyoroti keberadaan sejumlah pengamen di kawasan tersebut. Menurut pengakuannya, para pengamen bertindak memaksa ketika wisatawan tidak memberikan uang.
"Tapi asap bukan satu-satunya masalah Karena Saat kami melakukan checkpoint di jembatan Ampera Hal yang kami takutkan sebelumnya terjadi Kami dimintain uang Cuma karena foto-foto di jembatan Dan pengamen disana cukup memaksa Kalau kita nggak ngasih uang," tambahnya.
Situasi itu disebut membuat dirinya merasa tidak nyaman dan terintimidasi saat berada di salah satu lokasi yang menjadi ikon sekaligus tujuan wisata utama Kota Palembang tersebut.
Pengalaman tersebut akhirnya membuat sang backpacker mengaku kapok dan jera untuk kembali ke Palembang.
"Kayaknya aku bakal mikir-mikir dulu deh Kalau kalian ada yang pernah dipalakin juga nggak disini?," tutupnya.
Unggahan itu pun langsung mendapat perhatian warganet. Kolom komentar dipenuhi berbagai tanggapan, mulai dari mereka yang menyayangkan pengalaman tersebut hingga warganet yang mengaku pernah mengalami persoalan serupa.
Sejumlah warganet bahkan turut menyoroti persoalan keamanan dan kenyamanan wisatawan di kawasan Jembatan Ampera. Ada pula yang mengaitkan pengalaman tersebut dengan kondisi kabut asap yang tengah menyelimuti Palembang.
Tak sedikit pula komentar yang menyarankan wisatawan dari luar daerah untuk lebih berhati-hati ketika mengunjungi sejumlah kawasan wisata di Palembang.