Pencarian

Kontak

Cuaca Memburuk, Dua Titik Karhutla Masih Membara di Banyuasin

Cuaca panas dan berkabut asap membuat kondisi Banyuasin kian mengkhawatirkan. Di tengah udara yang mulai mengganggu pernapasan, dua titik karhutla masih membara.

Redaksi
Redaksi Redaksi · Jumat, 04 September 2026 · 10:48:02 WIB
Cuaca Memburuk, Dua Titik Karhutla Masih Membara di Banyuasin
Kondisi udara di Banyuasin tampak berkabut asap pada Jumat (4/9/2026), dengan sinar matahari terlihat samar di tengah kepungan asap.

Katanyo.com, Banyuasin : Kondisi cuaca di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kian mengkhawatirkan. Di tengah cuaca panas dan berkabut asap, dua titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Jumat (4/9/2026) sore masih dalam proses pemadaman.

Kepala BPBD Sumsel Reza Agus Perdana mengungkapkan, sepanjang pemantauan terakhir terdapat lima titik lahan yang terbakar di wilayah Banyuasin. Kebakaran tersebut tersebar di Kecamatan Pulau Rimau sebanyak dua titik, Tanjung Lago dua titik, dan Suak Tapeh satu titik.

“Dari lima titik yang terbakar, tiga titik sudah berhasil dipadamkan. Saat ini masih ada dua titik yang masih dalam proses penanganan,” ujar Reza.

Menurutnya, lahan yang terbakar rata-rata memiliki luas sekitar satu hingga dua hektare. Seluruh lokasi kebakaran yang terpantau tersebut disebut merupakan lahan milik perorangan atau warga.

Tim gabungan BPBD bersama unsur terkait masih dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas. Kondisi di lapangan juga terus dipantau karena cuaca yang panas dan kering berpotensi memicu munculnya titik api baru.

“Potensi munculnya kebakaran baru masih ada, sehingga kami terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi yang masih terbakar,” katanya.

Namun, kondisi udara di Banyuasin yang kini terasa semakin berkabut dan berasap tidak semata-mata berasal dari kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut. Asap juga disebut mendapat kiriman dari wilayah sekitar yang turut mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi tersebut membuat kualitas udara di sejumlah wilayah Banyuasin terasa semakin buruk. Sejumlah warga bahkan mulai mengeluhkan gangguan kesehatan seperti sesak napas, mata perih, batuk, hingga pilek.

BPBD mengimbau masyarakat, terutama yang berada di sekitar lokasi karhutla, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin dipenuhi asap.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, mengingat kondisi cuaca saat ini dapat membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan.

Dengan masih adanya dua titik api serta kemungkinan masuknya asap dari wilayah sekitar, kewaspadaan terhadap potensi karhutla di Banyuasin dinilai perlu terus ditingkatkan, terutama jika kondisi panas dan minim hujan masih berlangsung.

Follow katonyo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks