Katonyo.com, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) bergerak cepat mengusut tuntas kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melibatkan sektor usaha.
Saat ini, korps bhayangkara tersebut tengah gencar melakukan penyidikan terhadap 98 kasus karhutla yang menyeret korporasi di berbagai wilayah Indonesia.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa seluruh kasus tersebut statusnya sudah dinaikkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan berdasarkan laporan polisi yang masuk.
"Saat ini, tim penyidik masih terus bekerja keras di lapangan untuk mengumpulkan alat-alat bukti yang kuat dan sah," ungkapnya dalam live yang disiarkan channel youtube sekretariat presiden, Senin (19/10/2026).
Suyudi memastikan, dalam waktu dekat Polri akan segera menetapkan nama-nama tersangka yang harus bertanggung jawab penuh atas bencana lingkungan ini.
Penegakan hukum tersebut tidak hanya menyasar pekerja lapangan, melainkan akan mengejar hingga ke tingkat pemilik perusahaan dan para pemegang saham korporasi yang terbukti terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa penanganan karhutla tahun ini menjadi perhatian yang sangat serius dari Presiden Prabowo Subianto.
"Dalam rapat koordinasi, Presiden memberikan arahan yang sangat keras agar seluruh jajaran melakukan mitigasi dan tindakan penanggulangan secara masif sebelum api membesar," Jelasnya.
Pemerintah juga bergerak cepat di sektor operasi udara dengan mengerahkan 47 pesawat pengebom air serta menyiagakan 60 ribu personel gabungan TNI, Polri, dan Dinas Kehutanan.
"Bahkan, bantuan berupa 3 pesawat dan 52 personel dari Singapura kini sedang dikomunikasikan melalui Kepala BNPB untuk memperkuat penanganan di titik-titik api yang sulit dijangkau," tambah Dudung.
Lebih lanjut, Dudung menjelaskan bahwa instruksi Presiden sudah sangat jelas, yakni meminta instansi terkait dan perusahaan membuat embung serta sumur bor sebagai langkah antisipasi dini, terutama di lahan gambut yang karakternya sangat sulit dipadamkan.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan isu negatif, karena prajurit TNI dan Polri di lapangan sudah berupaya semaksimal mungkin mengatasi situasi ini.
Menko Polkam menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menunggu hujan turun untuk meredakan situasi, melainkan terus bekerja keras melakukan operasi pemadaman sekaligus mendukung penuh langkah tegas Kapolri dalam menjerat korporasi nakal yang menjadi penyebab karhutla.