Pencarian

Kontak

Netta Indian Kembalikan Formulir Ketua Golkar Banyuasin, Bursa Musda XI Mulai Mengerucut

Bursa kandidat Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Banyuasin mulai mengerucut menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Banyuasin.

Redaksi
Redaksi Redaksi · Jumat, 11 September 2026 · 17:32:00 WIB
Netta Indian Kembalikan Formulir Ketua Golkar Banyuasin, Bursa Musda XI Mulai Mengerucut
Netta Indian mengembalikan formulir pencalonan sebagai bakal calon Ketua DPD II Partai Golkar Banyuasin. (Foto: dok. Katanyo.com).

Katanyo.com, Banyuasin - Bursa kandidat Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Banyuasin mulai mengerucut menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Banyuasin.

Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., resmi mengembalikan formulir pencalonan sebagai bakal calon Ketua DPD II Partai Golkar Banyuasin. Hingga tahapan pengambilan dan pengembalian formulir, Netta tercatat sebagai satu-satunya bakal calon yang mengambil sekaligus mengembalikan formulir kepada panitia.

Pengembalian formulir tersebut menjadi penanda keseriusan Netta untuk ikut dalam proses pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Banyuasin. Kedatangannya disambut Ketua DPD Partai Golkar Banyuasin Irian Setiawan, Ketua Pelaksana Kegiatan Musda DPD Golkar Banyuasin Suis Tiqlal Effendi, serta jajaran panitia dan kader.

Netta mengatakan, keputusannya maju didasari niat untuk memperkuat soliditas internal partai dan merangkul seluruh elemen keluarga besar Golkar.

"Saya mengembalikan formulir ini sebagai bentuk niat baik dan keseriusan saya. Saya ingin merangkul seluruh keluarga besar Partai Golkar, baik senior maupun junior, termasuk seluruh organisasi sayap partai," kata Netta, di Pangkalan Balai (11/9/2026). 

Menurut Netta, Partai Golkar merupakan rumah besar yang harus dijaga bersama. Karena itu, perbedaan di internal partai diharapkan tidak menjadi penghambat dalam membangun konsolidasi.

"Akar beringin harus tetap kokoh. Kita harus bersatu dan bersama-sama membesarkan Partai Golkar," ujarnya.

Netta juga mengapresiasi kepemimpinan Irian Setiawan yang telah memimpin DPD II Partai Golkar Banyuasin selama dua periode. Ia berharap kepemimpinan berikutnya dapat membawa Golkar kembali menjadi kekuatan politik utama di Banyuasin.

"Golkar sudah sangat baik di tangan Pak Irian Setiawan selama dua periode. Ke depan, kita ingin Golkar kembali menjadi pemenang," katanya.

Jika dipercaya memimpin Golkar Banyuasin, Netta menyebut salah satu targetnya adalah mengembalikan posisi Partai Golkar sebagai pemegang kursi Ketua DPRD Banyuasin.

"Target kita tentu bagaimana Golkar kembali menjadi pemenang. Kita ingin merebut kembali kursi Ketua DPRD Banyuasin," tegasnya.

Selain merebut kembali posisi tersebut, Netta mengatakan konsolidasi partai perlu dilakukan sejak dini untuk menghadapi agenda politik dan pemilu mendatang, termasuk Pilpres, Pemilu legislatif DPR RI, DPRD Provinsi, serta DPRD Kabupaten Banyuasin.

"Aura Pilkada dan Pileg sudah terasa. Karena itu, kita harus mempersiapkan partai dari sekarang," ujarnya.

Disinggung mengenai kemungkinan menjadikan kursi DPRD sebagai bagian dari langkah politik menuju Pilkada Banyuasin, termasuk peluang dirinya maju sebagai calon bupati, Netta belum ingin berspekulasi.

Ia mengatakan, menjadi kepala daerah merupakan keinginan yang dapat dimiliki banyak kader politik. Namun, untuk saat ini dirinya menegaskan masih fokus menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati Banyuasin mendampingi Bupati Banyuasin Askolani.

"Semua tentu tertarik untuk menjadi bupati. Tetapi untuk saat ini saya masih fokus mendampingi Pak Askolani sebagai Wakil Bupati Banyuasin," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Musda DPD Golkar Banyuasin, Suis Tiqlal Effendi, mengatakan pengembalian formulir merupakan bagian dari tahapan penjaringan bakal calon Ketua DPD II Partai Golkar Banyuasin.

"Hari ini sudah dilakukan pengembalian formulir calon Ketua DPD Partai Golkar Banyuasin. Saat ini baru satu calon yang mengembalikan formulir, yaitu Ibu Netta Indian," kata Suis.

Meski baru satu kandidat yang mengembalikan formulir, Suis mengatakan proses penjaringan belum dapat dianggap selesai sebelum seluruh tahapan yang telah ditetapkan panitia berakhir.

Menurutnya, apabila pada akhirnya hanya terdapat satu bakal calon yang memenuhi persyaratan, proses Musda tetap akan dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi dan tata tertib Partai Golkar.

"Kalau nantinya memang hanya ada satu calon, tentu mekanismenya akan mengikuti aturan organisasi dan tata tertib Musda," jelasnya.

Suis menilai munculnya satu bakal calon dalam tahapan penjaringan tidak serta-merta menghilangkan dinamika politik internal. Sebaliknya, kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan menjaga persatuan kader.

"Yang terpenting bagaimana Musda berjalan dengan baik, tertib dan sesuai aturan. Siapa pun yang nantinya dipercaya harus mampu membawa Partai Golkar Banyuasin semakin solid dan semakin besar," ujarnya.

Ia mengajak seluruh kader, pengurus, organisasi sayap, serta keluarga besar Partai Golkar menjaga situasi tetap kondusif hingga Musda XI berlangsung.

"Pesan kami kepada seluruh kader, mari kita jaga persatuan. Jangan sampai perbedaan pilihan menjadi sumber perpecahan. Musda ini harus menjadi momentum konsolidasi untuk memenangkan Partai Golkar pada agenda politik ke depan," pungkasnya.

Follow katonyo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks