Pencarian

Kontak

BKSC Banyuasin Telantar, Anggaran Jadi Sorotan Publik

Kondisi Bung Karno Sport Center atau BKSC Banyuasin yang terlihat tidak terurus menjadi sorotan masyarakat. Kawasan yang dibangun menggunakan anggaran daerah hingga ratusan juta rupiah dan miliaran rupiah itu kini di sejumlah bagian dipenuhi rumput dan ilalang sehingga dinilai belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Redaksi
Redaksi Redaksi · Kamis, 27 Agustus 2026 · 12:43:00 WIB · Editor: Redaksi
BKSC Banyuasin Telantar, Anggaran Jadi Sorotan Publik
Salah satu bangunan yang ada di dalam komplek BKSC Pangkalan Balai, Rabu, 26 Agustus 2026. (Foto: dok/katanyo).

Katanyo.com, Banyuasin – Kondisi Bung Karno Sport Center atau BKSC Banyuasin yang terlihat tidak terurus menjadi sorotan masyarakat. Kawasan yang dibangun menggunakan anggaran daerah hingga ratusan juta rupiah dan miliaran rupiah itu kini di sejumlah bagian dipenuhi rumput dan ilalang sehingga dinilai belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Pantauan di kawasan BKSC menunjukkan sejumlah fasilitas olahraga tampak kurang terawat. Rumput liar dan semak tumbuh di sekitar area lapangan, sementara beberapa fasilitas yang tersedia belum dimanfaatkan secara maksimal.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari aktivis daerah, Sepriadi Pratama. Ia menilai pembangunan fasilitas publik seharusnya diikuti dengan perencanaan pengelolaan dan pemeliharaan yang berkelanjutan agar anggaran yang telah dikeluarkan tidak menjadi sia-sia.

"Kami menyayangkan fasilitas yang sudah dibangun justru tidak terurus," ujar Sepriadi, Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurut Sepriadi, pemerintah daerah perlu menjelaskan langkah pengelolaan kawasan tersebut setelah pembangunan selesai. Kejelasan mengenai penggunaan, pemeliharaan, serta pengembangan fasilitas dinilai penting agar masyarakat dapat memperoleh manfaat dari aset daerah tersebut.

Ia juga menyoroti keberadaan sejumlah fasilitas yang dibangun dengan anggaran cukup besar. Salah satunya kolam air mancur yang disebut menelan anggaran sekitar Rp300 juta, tetapi menurutnya belum dimanfaatkan secara optimal.

"Jangan sampai anggaran besar hanya berhenti pada pembangunan fisik," katanya.

Sepriadi menilai kondisi fasilitas yang tidak terawat dapat mempercepat kerusakan aset sekaligus mengurangi fungsi kawasan sebagai pusat kegiatan olahraga masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera melakukan evaluasi terhadap kondisi BKSC dan menentukan langkah pengelolaan yang jelas.

Ia juga mendorong adanya keterbukaan mengenai anggaran pembangunan dan pemeliharaan fasilitas tersebut. Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan untuk memastikan setiap penggunaan anggaran daerah sesuai perencanaan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sepriadi berharap BKSC dapat kembali difungsikan sebagai ruang olahraga dan aktivitas masyarakat. Ia menilai perawatan rutin, pengelolaan yang profesional, serta pemanfaatan fasilitas secara terarah diperlukan agar kawasan tersebut tidak semakin terbengkalai dan anggaran yang telah dikeluarkan tetap memberikan manfaat.

Follow katonyo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Redaksi
Profil Penulis Redaksi

Editor: Redaksi

Lihat Profil

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks